Logo Kepausan: Kunci, emblem serikat Yesus, Bintang, Spikenard

Miserando Atque Eligendo : Memandangnya dengan kerahiman dan memilihnya.

Berakar Dalam Kristus, Membangun Gereja Yang Mandiri dan berbuah

DYD merupakan kesempatan emas bagi kaum muda katolik sekeuskupan yang tediri dari wakil/utusan paroki, kelompok kategorial muda yang ada di keuskupan untuk merumuskan visi dan misi pastoral kaum muda ke depan berdasarkan potret omk masa kini dan masa lampau..

OMK Keuskupan Padang saat Perarakan di Sangggu-Kalimantan Barat

1st Indonesian youth Day

Imam adalah gembala

Berharap pada pertemuan imam.

Editorial November :Setahun Pasca MUSPAS

Majalah ini layak dibaca oleh seluruh kalangan khususnya orang muda Katolik dalam rangka untuk mengenal lebih dalam Iman Katolik dan Keuskupan Padang. Diterbitkan oleh Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Padang, harga Rp.8000,- , berlangganan Rp.96.000,-/tahun.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Paroki St. Maria Auxillirium Christianorum Sikabaluan: Everything Is Beautiful At The Time

Tanggal 15 Oktober 2013 kemarin, bertepatan dengan hari libur umat Muslim (Idul Adha), OMK St. Dominikus Savio, Paroki St. Maria Auxillium Christianorum Sikabaluan bertolak ke Pulau Tumbang untuk berekoleksi dan berekreasi di sana. Dengan cuaca yang cerah mereka bertolak dengan armada Santa Maria menuju ke pulau yang kaya panorama alamnya itu.

Senin, 23 September 2013

Budaya, Gereja, Orang Muda dan Kontrol Sosial

Bagi Fr. Wolfram Ignatius Nadeak  budaya itu adalah sebuah tatanan kebiasaan yang dihidupi oleh sekelompok manusia atau masyarakat tertentu sedangkan kebudayaan adalah tatanan (bisa juga sebuah karya seni dll) yang berasal dari peradaban suatu masyarakat atau bangsa tertentu. Pada prinsipnya budaya maupun kebudayaan adalah baik terutama bagi mereka yang menghidupinya (di mana budaya itu lahir). Akan tetapi, menurut Frater Keuskupan Padang ini, tidak jarang kita temui budaya tertentu terkadang berseberangan dengan budaya tertentu. Nah, apakah dengan demikian budaya itu negatif? “Budaya itu tidak negatif karena budaya itu lahir dari daya cipta peradaban tertentu untuk masyarakat tertentu. Sebuah budaya menjadi negatif ketika dalam penerapannya budaya tersebut banyak dipengaruhi dan bercampur dengan unsur-unsur eksternal. Misalnya, budaya berpakaian yang menjadi tidak anggun atau elegan karena dipengaruhi oleh ekonomi, pasar, dll yang membuat pakaian kehilangan hakekatnya.

Rabu, 18 September 2013

Berbudaya Bukan Bergaya

Bagi Lusy Ernita Sihotang (19), berbicara tentang budaya berarti berbicara tentang kebiasan atau tradisi yang dilakukan seorang individu maupun kelompok. Sementara itu kebudayaan adalah adat istiadat atau kebiasaan yang sulit diubah atau permanen yang dibuat oleh sekelompok orang. Jika kebudayaan itu diubah maka akan menciptakan pertentangan, pro dan kontra. Misalnya: Budaya dari suku-suku yang ada di Indonesia. Akan tetapi, positif dan negatifnya budaya dilihat dari perkembangannnya. Jika hal tersebut positif maka akan dilanjutkan dan jika negatif tentu akan mengalami pergeseran.

Kamis, 12 September 2013

PUISI: Rindu PadaMu

By: Hendrika Era Farida Zai – St. Fransiskus Asisi Padang

Berjuta-juta kata dalam makna,

Yang tak terselami, hendak kugemakan
Dalam rintih, asa dan harap,

Yang menggebu mengalun riak
Dalam gelombang-gelombang rindu,
Tak terlukiskan.

Minggu, 08 September 2013

KEHILANGAN

Cerpen: Dendi Sujono

Ia berdiri agak jauh dari mereka. Dari ujung jembatan peninggalan zaman kolonial itu ia mengamati tingkah sebagian remaja seusianya bermain. Tak ada sedikitpun niatnya bergabung, meskipun beberapa orang melambai-lambaikan tangan ke arahnya, memanggil dia untuk bergabung. Ia tidak menyahut, tak juga memberikan ekspresi yang menandakan bahwa ia akan bergabung atau tidak. Ia hanya berdiri dan tersenyum, kian merapatkan sandarannya ke tiang beton yang catya mulai memudar dan dipenuhi corat-coret di sana-sini.

Jumat, 06 September 2013

St. Maria a Fatima Pekanbaru: OMK Melompati Pagar Gereja (Aksi Sosial Berbagi Masker Gratis)

Sebuah cerita klasik yang terjadi di kota Pekanbaru akhir-akhir ini, jarak pandangan menjadi berkurang dan saluran pernapasan terganggu. “Yaa.. Asap, lagi lagi asap”. Rabu [28/08], dengan semangat kemerdekaan yang masih membara, Orang Muda Katolik Santa Maria a Fatima Pekanbaru (OMK St. MaF PKU)  kembali turun ke jalan berinisiatif melakukan aksi sosial yaitu "bagi-bagi masker gratis" kepada segenap warga. Aksi ini dilakukan menanggapi maraknya asap tebal yang ditimbuklan akibat pembakaran lahan maupun hutan di wilayah Riau sendiri. Dalam seminggu terakhir ini titik api di wilayah kabupaten Pelalawan terus meningkat yang menyebabkan kualitas udara  sudah tidak sehat lagi.

Rabu, 04 September 2013

Peranan Umat Kristen Dalam Politik

Agar kegiatan pastoral Gereja kian terasa di tengah umat, RAWIL Riau pun mengadakan tatap muka bersama umat. Kegitan ini menghadirkan Rm. Benny Susetyo, Pr, dari Konverensi Wali Gereja Indonesis (KWI) Jakarta sebagai pembicara. Kegiatan yang diadakan pada 23 Agustus 2013 di Pekanbaru ini melibatkan seluruh umat se-Rawil Riau termasuk kaum muda yang sebenarnya juga menjadi sorotan utama dalam pembicaraan tersebut.
Dalam kesempatan itu Pastor Benny yang juga adalah Ketua Komisi Kerasulan Awam danHAK KWI tersebut memaparkan bahwa jangan karena kita minoritas kita menjadi takut untuk berkecimpung di dunia popitik terutama di daerah Riau. Adapun hal yang penting bagi Tokoh muda (OMK) yang ingin masuk di panggung politik katakanlah sebagai Calon Legislatif (Caleg) adalah relasi, kejujuran dan bertanggung jawab. “Janganlah takut karena kita hidup di lingkup umat yang sedikit karena kejujuran dan tanggung jawab dapat mengalahkan yang mayoritas itu” tegas Pastor Beni.

Lebih lanjut Pastor Beni menegaskan, sebagai umat dan juga masyarakat kita harus jeli dalam memilih dan menentukan siapa pemimpin kita. Jangan karena sang calon pemimpin adalah umat kita, kita harus memilihnya meskipun ia tidak memiliki kualitas memimpin. Selain itu, hal penting lain menurut Pastor Benny, hendaknya kita jangan menerapkan sistem GOLPUT. Karena satu suara dari kita dapat memberi pengaruh untuk periode lima tahun kepemimpinan seorang pemimpin. (Sopan Sitepu)

Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites