Sabtu, 13 April 2013

Rekoleksi OMK Dumai: OMK Dituntut Selalu Siap Tampil Di Depan dan Melayani

Dalam rangka mempersiapkan diri untuk menyambut pesta Paskah, Sabtu, 23 Maret 2013 lalu orang muda se-paroki St. Fransiskus Xaverius Dumai mengikuti rekoleksi yang diadakan oleh Seksi Kepemudaan Paroki bersama pengurus OMK. Rekoleksi diadakan selama dua hari berturut-turut di Aula SMP dan TK Santo Tarcisius Dumai. Rekoleksi yang dihadiri oleh 30 orang muda Katolik ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar orang muda dan utamanya juga adalah menumbuhkan semangat ke-Katolikan orang muda. Maka dari itu rekoleksi ini berisi pemaparan tentang tema APP tahun ini baik APP Nasional maupun APP Keuskupan padang yang dirangkum dalam tema “Bangga menjadi Katolik dan Menghargai Kerja”. Bapak Lukas Okto Tandjong hadir sebagai narasumber dengan materi “orang muda Katolik di dunia Kerja” dalam kegiatan rekoleksi tersebut.
Selain pembahasan APP, kegiatan ini diisi juga oleh sharing dan siraman rohani yang dibawakan oleh Sr. Theodosia Mamusele KSSY dan juga ibadat tobat serta pengakuan dosa yang didampingi Pastor Yohanes Don Bosco Jata. Seluruh peserta tampak serius mengikuti setiap sesi dalam rekoleksi.
Rekoleksi kemudian dilanjutkan pada Minggu, 24 April 2013 setelah perayaan Minggu Palma. Di hari kedua ini, materi yang disampaikan berupa motivasi – motivasi bagi kaum muda supaya bangkit menjadi kaum muda yang dapat diandalkan dalam segala hal dan tidak larut dalam keterpurukan. Materi – materi yang disampaikan diselingi dengan beberapa permainan yang menuntut kerjasama dan membangkitkan semangat kaum muda.

Rekoleksi ditutup dengan renungan singkat dari Sr. Theodosia, KSSY yang membawa peserta dalam permenungan pribadi. Rekoleksi ini menuntut orang muda Katolik khususnya OMK Paroki St. Fransiskus Xaverius Dumai menjadi orang yang selalu siap melayani Gereja dan selalu tampil paling depan dalam kegiatan Gereja. OMK juga dituntut untuk menunjukkan jati diri ke-Katolikan mereka dalam lingkungan kerja, sekolah, maupun masyarakat. Sehingga dalam perkembangan zaman, Gereja tetap berdiri kokoh sebab telah ada orang muda yang mampu menopang iman Katolik yang selalu mampu bekerjasama dalam bermasyarakat khususnya dalam Gereja itu sendiri. (Bastian Dumai)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites